19 April 2013
Filsafat Pendidikan IPS
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan tentang Filsafat Pendidikan IPS. Karena Pendidikan IPS ini memerlukan Filsafat guna menghindari terjadinya Salah Kaparah dalam penerapannya. Karena didalamnya terkandung Konsep dasar IPS yaitu agar terlebih dagulu mempuyai konsep dan strategi dalam mengajar.
Pada tuisan ini saya tidak akan menjelaskan tentang Filsafat secara lebih rinci lagi. Karena sebelumnya kita memang sudah membahasny dalam Mata Kuliah Filsafat Pendidikan. Mungkin hanya sekilas saja pengertian Filsafat yang dijelaskan guna meningat kembali apa yang dimaksud Filsafat itu sendiri.
B. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini terdapat beberapa Rumusan Masalah yang antara lain:
1. Apakah yang dimaksud dengan Filsafat Pendidikan IPS?
2. Apasajakah Unsur-unsur dalam Filsafat Pendidikan IPS?
3. Apakah yang menjadi tujuan Filsafat Pendidikan IPS?
C. Tujuan
Tentunya dalam penyusunan Makalah ini terdapat tujuan, Antara lain:
1. Mengerti tentang Filsafat Pendidikan IPS.
2. Mengetahui Unsur-unsur dalam Filsafat Pendidikan IPS
3. Mengetahui tujuan Filsafat Penidikan IPS.
BAB II
PEMBAHASAN
FILSAFAT PENDIDIKAN IPS
A. Filsafat Pendidikan IPS
Sebelumnya kita mungkin memang pernah mendengar Apa itu yang dimaksud dengan Filsafat? Karena sebelumnya kita memang sudah pernah mempelajarinya dalam Mata Kuliah Filsafat Pendidikan. Disini saya hanya akan mereview kembali apa itu yang dimaksud dengan Filsafat. Filsafat dapat kita definisikan sebagai upaya manusia dan keseluruan lingkungan untuk memperoleh jawaban – jawaban. Maka semua manusia pada umumnya pernah bahkan pernah berfilsafat. Karena memang manusia sering menghadapi permasalahan dan berusaha untuk menjawab dan mengatasinya dengan segala urusan pemikirannya. Dan manusia memang selalu mencari tentang kebenaran dan kebijaksanaan, yang benar dan yang salah, yang baik dan yang buruk, yang indah dan sebagainya. Jadi semua orang pernah dan bahkan berfilsafat. Dalam hal ini disebut filsafat orang awam dalam arti semua orang berfikir untuk mencari jawaban.
Kemudian selain pengertian Filsafat secara general, kita juga sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan Filsafat Pendidikan, yaitu ilmu yang menyelidiki hakekat pelaksanaan pendidikan yang bersangkut paut dengan tujuan, latar belakang, cara dan hasilnya, serta hakekat ilmu pendidikan, yang berhubungan dengan analisis kritis terhadap struktur dan kegunaan pendidikan.
Manusia dalam kehidupannya, sebagai mahluk sosial baik secara individu maupun kelompok tidak bisa lepas dari interaksi dengan lingkungannya, baik sesama manusia maupun lingkungan alamnya. Corak hubungan antara manusia dengan lingkungannya mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan peradaban manusia. Perubahan dan perkembamgan ini juga yang membuat manusia dan kehidupannya dihadapkan pada berbagai persoalan sosial.
Persoalan–persoalan kehidupan manusia dilihat dari sisi sosial kian hari makin banyak, dan makin kompleks. Bahkan akhir – akhir ini dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk didunia, dan semakin terbatasnya sumber – sumber penghidupan manusia, membuat kehidupan manusia semakin kompleks, kompetitif, dan menjadi tidak menentu.
Tidak hanya keterbatasan manusia secara fisik, karena kepadatan penduduk, tetapi juga persaingan hidup secara sosial semakin sulit. Akibatnya pendekatan ilmu tertentu tidak mungkin lagi untuk mengatasi persoalan – persoalan kehidupan manusia yang terjadi baik secara lokal, nasional maupun global.
Telah kita ketahui bersama bahwa dari semua ilmu pengetahuan adalah filsafat. Semua ilmu baik ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial ditilik dari pengembangannya bermula sebagai filsafat. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita ketahui dan apa yang belum kita ketahui. Filsafat pada hakikatnya mempersoalkan hidup dan kehidupan manusia didunia, misalnya apa arti hidup, apa tujuan hidup, apa ada kehidupan sebelum dan sesudah kita sekarang, dan sebagainya. Kodrat manusia selalu ingin tahu. Dorongan ingin tahu itu dimanifestasikan melalui observasi, penelaahan dan penyelidikan alam sekitarnya sesuai dengan kapasitas dan perkembangan alam pikiran. Semakin tinggi tingkat kecerdasan individu atau kelompok manusia, semakin banyak rasa ingin tahunya dan semakin banyak pula persoalan dan tantangan dalam kehidupan.
Untuk menjawab aneka ragam persoalan dan tantangan dalam kehidupan Ini, lahirlah cabang ilmu pengetahuan. Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan lahirlah tiga cabang ilmu pengetahuan, yaitu :
1. Natural Sciences (ilmu-ilmu alamiah) meliputi : fisika, kimia, astronomi, biologi, botani, dll
2. Social Sciences (ilmu-ilmu sosial) terdiri atas : sosiologi, ekonomi, politik, antropologi, sejarah, psikologi, geografi, dll.
3. Humanities (ilmu-ilmu budaya) meliputi : bahasa, agama, kesusastraan, kesenialah, dll.
Dalam dunia pengajaran ilmu-ilmu sosial telah mengalami perkembangan sehingga timbullah paham studi sosial (social studies). Paham studi sosial dipergunakan bagi keperluan pendidikan dan pengajaran, dan bukan merupakan satu disiplin ilmu yang mandiri. Social studies adaah ilmu-ilmu sosial yang diselenggarakan untuk tujuan-tujuan pendidikan dan pengajaran disekolah dasar dan menengah (elementary and secondary school). Dengan begitu, tandaslah sudah bahwa ilmu pengetahuan sosial yang dipilih dan disesuaikan bagi penggunaan program pendidikan disekolah atau bagi kelompok belajar lainnya, yang sederajat. Materi dari berbagai disiplin ilmu seperti geografi, sejarah, sosiologi, antropologi, psikologi sosial, ekonomi, ilmu politik, ilmu hukum, dan ilmu sosial lainnya dijadikan bahan baku bagi pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran disekolah dasar dan menengah. Ilmu pengetahuan sosial adalah bidang studi lain yang merupakan paduan (fusi) dari sejumlah mata pejaran sosial.
Filsafat Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada dasarnya tidak berbeda dengan filsafat-filsafat ilmu pendidikan lainnya, karena filsafat pendidikan IPS juga merupakan filsafat praktik pendidikan, yaitu praktik tentang pendidikan ilmu-ilmu sosial agar para peserta didik mampu memahami masalah-masalah sosial dan mampu mengatasinya serta mengambil keputusan yang tepat terhadap masalah yang dihadapi dalam kehidupannya.
Adapun Fungsi-fungsi Filsafat Pendidikan IPS antara lain:
1. IPS sebagai Transmisi Kewarganegaraan (Social Studies as Citizenship Transmission)
IPS sebagai program pendidikan pelestarian kebudayaan suatu bangsa sudah adanya manusia itu sendiri. Dalam berbagai literatur program pendidikan citizenship transmission dilakukan dengan memberikan contoh-contoh dan pemakaian cerita yang disusun untuk mengajarkan kebijakan, cita-cita luhur suatu bangsa, dan nilai-nilai kebudayaan. Program pendidikan seperti ini banyak dilakukan dalam pembelajaran IPS yang membahas kompetensi sejarah, dan pendidikan kewarganegaraan.
Tujuan yang hendak dicapai dari citizenship transmission adalah sebagai berikut :
a. Pengembangan pengertian Patriotisme
b. Pengembangan pengertian dasar dan apresiasi terhadap nilai-nilai bangsa, lembaga dan praktik-praktik
c. Memberi inspirasi ada integrasi pribadi dan tanggung jawab warga negara.
d. Membentuk pengertian dan apresiasi terhadap nenek moyang bangsa.
e. Mendorong partisipasi demokrasi aktif.
f. Membantu murid-murid mendapatkan kesadaran kan problema-problema sosial.
g. Pengenbangan dan mempertontonkan cita-cita yang diinginkan, sikap-sikap, dan keterampilan bertingkah laku yang sangat diperlukan dalam hubungan baik pribadi-pribadi dengan yang lain.
h. Untuk mengerti dan memahami sistem ekonomi yang bebas.
2. IPS sebagai Penddikan Reflektif (Social Studies as Reflective Inquiry)
Pendidikan Reflektifbukan sekedar mengajarkan disiplin ilmu pengetahuan dan pemindahan nilai secara akumulatif, tetapi kurikulum sekolah harus berpegang kepada kebutuhan dan minat murid sekolah, tidak perlu berusaha untukmemindahkan segudang pengetahuan yang tidak perlu dan tidak relevan, mereka harus menjadi penolong murid untuk hidup lebih efektif dalam kemelut zamannya. Pendidikan tidak hanya mempersiapkan kehidupan dewasa, pengalaman-pengalaman edukatif sekarang ini sangatlah penting. Cara terbaik untuk melatih dan mempersiapkan sikap kewarganegaraan untuk masa mendatang adalah dengan membekali kesempatan-kesempatan untuk mempraktikkan Citizenship pada waktu ini. Oleh karena itu, pendidikan IPS harus mengajarkan kejadian-kejadian mutakhir dan decision making serta pengalaman masa lalu.
3. IPS sebagai Kritik Kehidupan Sosial (Social Studies as Social Criticism)
Pendidikan IPS sebagai media pengembangan kriticisme agak jarang dilakukan oleh guru, disamping karena takut salah dan kena sanksi, juga relatif sulit. Pendidikan model ini lebh pada pendidikan kontroversial Issuedan pendidikan yang merupakan pengembangan kemampuan pengetahuan dan memupuk keberanian mengemukakan pendapat atau argumen. Untuk ini pendidikan IPS harus dapat mengembangkan kemampuan berfikir kritis (Critical Thinking) dengan berbagai meode pemecahan masalah (Problem Solving).
4. IPS sebagai Pengembangan Pribadi Seseorang (Social Studies Personal Development of The Individual)
Pengembangan pribadi seseorang melalui pendidikan IPS tidak langsung tampak hasilnya, tetapi setidaknya melalui pendidikan IPS akan membekali kemampuan seseorang dalam pengembangan diri melalui berbagai keterampilan sosial dalam kehidupan (Socia Life Skills). Pendidikan IPS disini harus membekali siswa tentang pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai, sehingga semua itu dapat membentuk citra diri siswa menjadi manusia yang memiliki jati diri yang mampu hidup di tengah masyarakat dengan damai, dan dapat menjadikan contoh teladan serta memberikan kelebihannya pada orang lain.
B. Unsur-unsur dalam filsafat pendidikan IPS.
1. Perkembangan Sosial
Manusia dan masyarakat hidup, berubah dan berkembang dari cara mereka membuat barang-barang material untuk memenuhi kebutuhannya.
2. Kesadaran Sosial
Yaitu ide, gagasan, dan pikiran yang ada pada manusia yang lahir dari keadaan sosial.
3. Ideologi Sosial,
Adalah bangunan atas suatu masyarakat, yaitu sistem keyakinan yag dianut oleh suatu masyarakat tertentu. Ideologi itu berdasarkan pada basis.
4. Perjuanagan Sosial
Ialah tindakan masyarakat untuk mengubah sistem sosial yang berlaku sesuai dengan perkembangan tenaga produktif masyarakat.
5. Perubahan Sosial
Bergantinya sistem politik dan sosial suatu masyarakat, pada umumnya melelui revolusi.
6. Pimpinan Sosial
Dalam perkembangan sejarah masyarakat, setiap kelompok manuia ada yang menjadi peimpin dan ada yang menjadi pengikut (massa). Pemimpin dan massa merupakan satu kesatuan yang utuh yang tidak dapat terpisahkan.
C. Tujuan Filsafat Pendidikan IPS
Tujuan filsafat pendidikan IPS antara lain :
1. Memberikan landasan dan sekaligus mengarahkan kepada proses pelaksanaan pendidikan.
2. Membantu memperjelas tujuan – tujuan pendidikan.
3. Melaksanakan kritik dan koreksi terhadap proses pelaksanaan pendidikan.
4. Melakukan evaluasi terhadap metode dari proses pendidikan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam makalah ini terkandung sedikit wawasan agar kita mengerti filsafat karena untuk mengajar tidak hanya mengetahui dasar-dasar IPS yang akan diajarkan. Filsafat sebenarnya adalah ilmu yang abstrak, karena berbagai banyak pihak yang memunyai banyak gagasan tentang Filsafat itu sendiri. Jadi, mohon maaf bila pengertian Filsafat yang saya Sampaikan ditulisan berbeda dengan Persepsi para Pembaca Semua.
Filsafat disini, bermaksud agar kita tidak salah kaprah dengan Pendidikan IPS, dan lebi menerapkan IPS terpadu seperti yang telah disampaikan. Didalamnya juga disinggung tentang nsep dasar ilmu IPS yaitu agar kita sebelum mengajar terlebih dahulu mempunyai konsep dan strategi, karena ini cara jitu agar kita langsung tertuju pada apa yang akan diajarkan.
DAFTAR PUSTAKA
• Gunawan, Rudy., 2011, Pendidikan IPS ‘Filosofi, Konsep dan Aplikasi’, Bandung: ALFABETA.
• Sadulloh, Uyoh., 2012, Pengantar Filsafat Pendidikan, Bandung: ALFABETA.
Teken in op:
Plaas opmerkings (Atom)
0 opmerkings:
Plaas 'n opmerking